Menu
Pathaan

Pathaan

Aksi Tanggal rilis: 2023-01-25

★ 3.0
Sinopsis

Pencabutan Pasal 370

Cerita dimulai pada tahun 2019, ketika pemerintah India mengambil langkah politik besar dengan mencabut Pasal 370 yang memberikan status khusus bagi Jammu dan Kashmir. Langkah ini memicu reaksi keras dari militer Pakistan, khususnya Jenderal Qadir. Dalam keputusasaannya untuk membalas dendam terhadap India, Qadir menghubungi organisasi tentara bayaran bayangan yang dikenal sebagai Outfit X. Organisasi ini dipimpin oleh Jim (diperankan dengan sangat dingin oleh John Abraham), seorang mantan agen RAW yang kini berubah menjadi musuh negara paling berbahaya.

Pengenalan JOCR dan Kembalinya Pathaan

Di pihak India, kita diperkenalkan kepada unit Joint Operations and Covert Research (JOCR). Unit ini dibentuk oleh Nandini Grewal (Dimple Kapadia) dan Pathaan sendiri. JOCR bukanlah unit mata-mata biasa; anggotanya adalah mantan agen yang pernah terluka parah atau mengalami trauma dalam tugas namun masih memiliki keinginan membara untuk melayani negara. Pathaan sendiri digambarkan sebagai agen yang sempat 'hancur' secara fisik namun memiliki mental baja yang tak terpatahkan. Penonton diajak melihat bagaimana Pathaan pulih dari luka-luka masa lalunya melalui filosofi Kintsugi, seni Jepang dalam memperbaiki barang pecah belah dengan emas, menunjukkan bahwa bekas luka justru membuat seseorang lebih kuat.

Konspirasi di Dubai dan Pertemuan dengan Rubina

Misi pertama JOCR adalah mencegah rencana serangan Outfit X di Dubai. Awalnya, intelijen menduga sasarannya adalah Presiden India, namun Pathaan segera menyadari bahwa itu hanyalah pengalihan. Sasaran sebenarnya adalah penculikan dua ilmuwan jenius yang memegang kunci untuk menciptakan senjata biologis paling mematikan di dunia. Dalam pengejaran di Dubai yang melibatkan aksi motor berkecepatan tinggi, Jim berhasil meloloskan diri, meninggalkan Pathaan dengan petunjuk samar tentang sesuatu yang disebut Raktbeej.

Pencarian membawa Pathaan ke Spanyol, di mana ia melacak keberadaan Rubina 'Rubai' Mohsin (Deepika Padukone), seorang mantan agen ISI Pakistan. Di sini, dinamika film berubah menjadi permainan kucing dan tikus yang sensual namun berbahaya. Di tengah keindahan pemandangan Spanyol, Rubai tampak bekerja sama dengan Pathaan untuk mencuri kunci virus dari sebuah brankas keamanan tinggi di Rusia. Namun, pengkhianatan terjadi; Rubai menjebak Pathaan dan membiarkannya ditangkap oleh militer Rusia di sebuah penjara terpencil di Siberia.

Cameo Ikonik: Tiger Menyelamatkan Pathaan

Salah satu momen paling bersejarah dalam sejarah sinema India terjadi di penjara Rusia ini. Saat Pathaan berada di ujung tanduk, bantuan datang dari sumber yang tak terduga: Avinash Singh Rathore alias Tiger (Salman Khan). Aksi Tiger menyelamatkan Pathaan di atas kereta api Rusia yang melaju kencang bukan hanya menyuguhkan aksi koreografi yang luar biasa, tetapi juga secara resmi mengonfirmasi bahwa Tiger, Pathaan, dan Kabir (dari film War) berada di semesta yang sama. Dialog ikonik mereka tentang 'siapa yang akan menggantikan kita' menjadi foreshadowing tentang masa depan Spy Universe yang kita lihat di tahun 2026 ini.

Klimaks di Afghanistan: Menghentikan Raktbeej

Setelah melarikan diri, Pathaan kembali bersekutu dengan Rubai—yang ternyata juga memiliki agenda pribadi untuk menghentikan Jim. Mereka mengetahui bahwa Raktbeej bukanlah satu virus tunggal, melainkan virus cacar yang telah dimodifikasi secara genetik sehingga sangat menular dan mematikan. Jim berencana menyebarkan virus ini melalui serangan rudal ke pusat populasi India. Klimaks film terjadi di sebuah pegunungan di Afghanistan. Dalam pertarungan satu lawan satu yang brutal di atas pesawat yang jatuh dan tebing-tebing curam, Pathaan berhasil mengalahkan Jim dan merebut detonator virus tepat sebelum waktu habis. Film berakhir dengan kemenangan patriotisme, namun tetap meninggalkan duka atas pengorbanan Nandini Grewal yang tewas demi mengamankan virus tersebut.

Review Film Ini

Pathaan: Pilar Utama YRF Spy Universe

oleh Uziek

Baca Selengkapnya

Komentar (0)

Login untuk memberi komentar.