Srinivasa Mangapuram
Romansa Tanggal rilis: 2026-07-30
Sinopsis
Kisah Srinivasa Mangapuram berpusat pada sosok Vasu Babu (atau yang lebih dikenal sebagai Sreenu), seorang pemuda yang datang ke kota suci Tirupati dengan semangat yang membara. Sreenu diceritakan menumpang di rumah Balu (diperankan oleh Brahmaji), seorang penyanyi lokal yang baik hati. Kehidupan Sreenu berubah drastis saat pandangan pertamanya jatuh pada Manga (Rasha Thadani), seorang gadis lokal yang memiliki kecantikan alami namun menyembunyikan ketegasan dalam dirinya.
Manga bukanlah gadis sembarangan. Ia adalah putri dari Peddi Reddy (Kick Shyam), seorang pemimpin faksi yang ditakuti dan memiliki pengaruh besar di wilayah tersebut. Sreenu, yang tidak menyadari latar belakang berbahaya Manga, mulai mengikuti dan berusaha memenangkan hatinya dengan cara-cara yang gigih. Namun, Manga berulang kali menolak kehadiran Sreenu karena ia telah dijodohkan dengan pria lain demi kepentingan politik dan kekuasaan keluarga besarnya.
Alur cerita mulai memanas ketika sebuah rahasia masa lalu terungkap. Sreenu dan Manga ternyata bukan sekadar orang asing yang bertemu secara kebetulan; mereka memiliki ikatan masa kecil yang terlupakan oleh konflik keluarga bertahun-tahun silam. Transformasi karakter Sreenu dari seorang pemuda ceria menjadi pejuang yang gigih terjadi ketika ia menyadari bahwa cintanya bukan hanya tentang perasaan pribadi, melainkan tentang membebaskan Manga dari belenggu tradisi dan kekuasaan gelap yang dipimpin oleh sang antagonis utama, Venkatappaya Naidu (diperankan dengan apik oleh aktor veteran Mohan Babu).
Konflik Utama: Pertarungan Melawan Tirani
Memasuki paruh kedua film, Srinivasa Mangapuram beralih dari drama romantis menjadi film aksi yang intens. Venkatappaya Naidu digambarkan sebagai sosok yang kejam dan manipulator yang memandang Manga sebagai bidak dalam permainan kekuasaannya. Konflik memuncak ketika Sreenu harus berhadapan langsung dengan kekuatan anak buah Naidu di jalanan Tirupati dan Puligonda.
Ajay Bhupathi menggunakan gaya penyutradaraan yang mentah (raw) dan berpasir (gritty), mirip dengan gaya yang ia tunjukkan dalam film hits sebelumnya, RX 100. Namun, di sini ia menambahkan elemen spiritual melalui latar belakang kuil, menciptakan kontras antara kesucian lokasi dan kekerasan yang terjadi demi memperjuangkan cinta sejati.
Komentar (0)
Login untuk memberi komentar.