Kembalinya Geng 'Gila' dalam Perburuan Harta Karun Digital
oleh Uziek · tentang Dhamaal 4 · 07 September 2026
Salah satu waralaba yang paling konsisten menghadirkan kegilaan ini adalah seri Dhamaal. Sejak debutnya pada tahun 2007, Dhamaal telah menjadi standar emas untuk komedi ansambel di Bollywood. Kini, di tahun 2026, sutradara Indra Kumar kembali membawa geng favorit kita dalam instalasi keempatnya, Dhamaal 4. Film ini bukan sekadar sekuel; ia adalah upaya untuk merebut kembali takhta komedi di tengah dominasi film aksi dan drama serius yang menguasai bioskop tahun ini.
Evolusi Waralaba Dhamaal: Dari 2007 hingga 2026
Memahami Dhamaal 4 memerlukan kilas balik singkat ke sejarahnya. Film original tahun 2007 memperkenalkan kita pada empat pemuda pengangguran—Adi, Manav, Boman, dan Roy—yang mengejar harta karun di bawah huruf 'W' yang besar. Kesuksesannya diikuti oleh Double Dhamaal (2011) yang lebih berisik, dan Total Dhamaal (2019) yang memasukkan elemen CGI hewan-hewan liar dan bintang besar seperti Ajay Devgn. Di tahun 2026, Dhamaal 4 mencoba menggabungkan kesederhanaan humor film pertama dengan skala besar produksi modern.
'M' Adalah Titik Awal Kekacauan
Cerita kali ini tidak jauh berbeda dalam struktur dasar, namun memiliki bumbu modern yang segar. Kali ini, petunjuk harta karun tidak lagi berada di bawah gedung tua, melainkan tersembunyi di sebuah pulau misterius yang ditandai dengan formasi alam berbentuk huruf 'M'. Geng original—Riteish Deshmukh (Lallan), Arshad Warsi (Adi), dan Jaaved Jaaferi (Manav)—kembali terjebak dalam perlombaan gila melawan waktu. Ajay Devgn memerankan Guddu, pemimpin yang enggan, sementara Ravi Kishan hadir sebagai karakter baru bernama Adhura, seorang bajak laut gadungan yang gaya bicaranya mengingatkan kita pada parodi film petualangan Hollywood.
Chemistry Trio Ikonik dan Wajah Baru
Trio Adi, Manav, dan Lallan
Kekuatan utama Dhamaal selalu terletak pada dinamika antara Arshad Warsi, Jaaved Jaaferi, dan Riteish Deshmukh. Setelah hampir dua dekade, chemistry mereka tetap solid. Jaaved Jaaferi, dengan kenaifan karakternya sebagai Manav, masih menjadi sumber tawa paling murni. Arshad Warsi memberikan timing komedi yang cerdas, sementara Riteish Deshmukh sebagai Lallan menyempurnakan trio ini dengan ekspresi wajahnya yang ikonik. Meskipun usia mereka bertambah, energi yang mereka bawa ke layar tidak berkurang sedikit pun.
Ajay Devgn dan Penambahan Cast Baru
Ajay Devgn tampil lebih santai di film ini dibandingkan perannya di Total Dhamaal. Dia bertindak sebagai 'sauh' di tengah badai komedi. Namun, kejutan terbesar datang dari Ravi Kishan dan Sanjeeda Sheikh. Ravi Kishan memberikan energi baru yang sangat dibutuhkan, sementara Anjali Anand dan Esha Gupta memberikan kontribusi pada elemen kekacauan keluarga yang menjadi tema besar di paruh kedua film.
Visual Effects dan Desain Produksi
Salah satu kritik utama dari Total Dhamaal adalah penggunaan CGI yang berlebihan dan terkadang terlihat murahan. Di Dhamaal 4, Indra Kumar tampaknya belajar dari kesalahan tersebut. Meskipun efek visual tetap digunakan untuk adegan-adegan pertempuran di pulau dan kejar-kejaran kendaraan, kualitasnya terasa lebih halus. Sinematografi oleh Sudhir Kumar Chaudhary menangkap keindahan lokasi eksotis dengan sangat baik, memberikan skala 'adventure' yang sebenarnya pada film komedi ini.
Apakah Masih Lucu di Tahun 2026?
Berdasarkan ulasan dari berbagai kritikus ternama, Dhamaal 4 mendapatkan respon yang bervariasi namun cenderung positif. Taran Adarsh memberikan rating 3.5/5, menyebutnya sebagai 'entertainer keluarga yang solid' dengan babak kedua yang sangat kuat. Namun, kritikus dari Hindustan Times memberikan ulasan yang lebih tajam, menyebut skenarionya sebagai 'fotokopi dari film pertama' dan mengeluhkan beberapa lelucon yang terasa ketinggalan zaman. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun format Dhamaal masih laku, ada kejenuhan terhadap jenis humor slapstick tertentu bagi sebagian penonton urban.
Kelebihan: Performa ansambel yang kuat, musik latar oleh Amar Mohile yang ikonik, dan durasi yang pas (143 menit).
Kekurangan: Beberapa plot hole yang mencolok, ketergantungan pada humor fisik yang repetitif, dan kurangnya inovasi dalam penulisan naskah.
Sejak dirilis pada 10 Juli 2026, Dhamaal 4 telah mencatatkan angka yang mengesankan. Di akhir pekan pembukaannya, film ini berhasil mengumpulkan sekitar 67 crore di pasar domestik India. Angka ini melampaui pembukaan Total Dhamaal, membuktikan bahwa penonton masih merindukan jenis hiburan yang tidak menuntut mereka untuk berpikir keras. Di tengah persaingan ketat dengan film-film besar lainnya seperti Welcome to the Jungle, Dhamaal 4 berhasil berdiri tegak sebagai hit komedi musim panas.
Layakkah Ditonton?
Dhamaal 4 adalah surat cinta bagi para penggemar setia waralaba ini. Jika Anda mencari logika, drama yang mendalam, atau pesan sosial yang berat, Anda tidak akan menemukannya di sini. Namun, jika Anda ingin melupakan masalah sejenak dan tertawa terbahak-bahak melihat sekelompok orang dewasa berperilaku seperti anak-anak demi sekantong emas, maka film ini adalah pilihan terbaik. Ini adalah film yang dirancang untuk ditonton bersama keluarga di bioskop yang ramai, di mana tawa penonton lain akan menular kepada Anda. Dhamaal 4 membuktikan bahwa meskipun teknologi bioskop terus berkembang, tawa yang dihasilkan dari humor sederhana tetap menjadi komoditas paling berharga di layar perak.
Komentar (0)
Login untuk memberi komentar.